Kamis, 01 Mei 2014

Bedanya Gaya Orang Kaya Baru dengan Orang Kaya Sejak Dulu


KOMPAS.com — Saat ini jumlah golongan
masyarakat kelas menengah Indonesia mencapai
50 juta orang (data April 2014). Jumlah kelas
menengah ini diprediksi akan terus bertambah.
Akan semakin banyak orang mampu atau
istilahnya "orang kaya baru".
Meski begitu, sebenarnya orang mampu terbagi
dua kelompok, yakni mereka yang memang kaya
sejak dulu dan orang kaya baru. Kedua golongan
ini berbeda kemampuannya juga gaya
penampilannya.
Penggunaan barang bermerek identik dengan
gaya orang kaya baru. Merekalah sasaran dari
produk mewah ini. Inilah juga yang membedakan
penampilan orang kaya baru yang selalu
mengaitkan dengan barang branded
dibandingkan penampilan orang kaya sejak dulu.
Pakar personal branding, Amalia E Maulana,
mengatakan, orang mampu yang memang kaya
sejak dulu tidak akan mau didikte oleh brand .
Mereka menggunakan barang mewah tertentu,
tetapi untuk menikmatinya. Sementara itu, orang
kaya baru cenderung membawa brand misalnya
tas bermerek atau jam tangan mewah dalam
berpenampilan dengan tujuan menunjukkan
bahwa ia mampu atau pamer.
"Orang kaya baru menggunakan barang mewah
untuk meredefenisi dia yang baru. Ada yang
memang mampu membeli atau memaksa membeli
dengan banyaknya tawaran cicilan menggunakan
kartu kredit," kata Amalia kepada Kompas
Female.
Sementara itu, orang kaya sejak dulu belum tentu
menggunakan atau memiliki barang bermerek
yang menjadi aspirasi orang kaya baru. Orang
kaya baru boleh jadi menyimpan aspirasi untuk
memiliki barang mewah itu sebelum mereka
mampu membeli. Saat mereka mampu, orang
kaya baru kemudian membeli barang bermerek ini
sebagai bentuk redefenisi dirinya yang kini telah
menjadi kalangan mampu.
"Kalau orang kaya sejak dulu, punya atau tidak
punya barang bermerek tertentu bukan lagi
menjadi isu. Orang sudah tahu siapa dia tanpa
perlu membeli atau memiliki barang bermerek
tertentu," kata Ethnographer dari Etnomark
Consulting ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar